LABUHA–Kecelakaan maut sekitar pukul 07.20 WIT kemarin terjadi di ruas jalan raya Babang-Labuha. Sebuah mobil angkutan umum jenis mikrolet berplat polisi 1720 AU yang mengangkut 12 siswa SMPN 1 Babang dengan kecepatan tinggi tiba-tiba terbalik.
    
Peristiwa itu merenggut jiwa Hery A Rajang (13) siswa kelas I SMPN 1 Babang. Hery tewas di tempat dengan tubuh remuk setelah mobil naas itu terbalik dan menggelinding kurang lebih 25 meter.
   
Hery saat itu diduga menggelantung di pintu mobil. Kepalanya mengalami luka serius dengan tubuh nyaris remuk karena diduga terjepit mobil saat terbalik dan menggelinding. Tubuhnya terhempas di tepi kanan jalan.
    
Korban sempat dibawa ke RSUD Labuha untuk dibersihkan tubuhnya. Kemarin jenazah korban telah dikembalikan ke pihak keluarga dan dikebumikan di Desa Babang.
   
Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian mengisahkan, ada siswa yang sampai terhempas keluar saat mobil terbalik dan menggelinding. Kecelakaan itu turut menyebabkan 4 siswa lainnya mengalami luka serius. Mereka  adalah Ikrima Lajima (14 tahun), Moses Mole (14 tahun),Rigen B Laalar (16 tahun), Melfis  Gigima (14 tahun) Maria Siboso (13, tahun). Semuanya adalah siswa SMP Negeri 1 Labuha  yang menumpang mobil. Para korban ini langsung dibawa ke rumah mereka masing-masing.
    
Kecelakaan diduga akibat mobil dengan kecepatan tinggi itu tak mampu lagi dikendalikan Fahrul (15). Sopir yang belum cukup umur untuk mendapatkan surat izin mengemudi itu ternyata bukan sopir sebenarnya dari mobil tersebut.
    
”Dia hanya  mengganti sopir utama,”jelas salah satu  korban yang selamat.  Fahrul sendiri kemarin langsung diamankan ke Polsek Bacan Timur. Setelah itu diserahkan ke Polres Halsel. ”Kita amankan sementara sopir itu. Untuk menghindari jangan sampai ada amarah warga atau keluarga kita segera serahkan ke Polres,” jelas Kapolsek Bacan Timur,” IPTU AH Rangkuty  pada Malut Post  di TKP. Dirinya  mengaku menyerahkan masalah ini ke Polres melalui Satlantas untuk  meneliti lebih lanjut peristiwa itu.(ici)