Halmahera Selatan, 11/6 (Antara/FINROLL Lifestyle) - Menteri Sosial menyerahkan bantuan Rp1 miliar kepada 50 kelompok usaha bersama dan Rp1 miliar untuk sejumlah pemilik rumah tidak layak huni di Maluku Utara.

"Ini adalah salah satu cara untuk mengurangi kemiskinan yang jumlahnya 14,1 persen agar jadi delapan persen pada 2014," kata Mensos Salim Segaf Al Jufri di Desa Bajo, Halmahera Selatan, Jumat.

Bantuan Rp1 miliar itu diberikan kepada 50 kelompok usaha bersama (Kube) di Maluku Utara masing-masing Rp20 juta. Satu kelompok beranggotakan sekitar 10 orang yang kebanyakan bermata pencarian sebagai nelayan.

Sementara itu, bantuan Rp1 miliar diberikan kepada 50 pemilik rumah tidak layah huni (RTLH) di Halmahera Selatan dan 50 RTLH di Halmahera Timur dengan nilai masing-masing KK Rp10 juta untuk merenovasi rumah mereka menjadi layak huni.

"Di seluruh Indonesia ada 2,3 juta KK yang tinggal di RTLH, Kemensos peduli dengan masalah ini dan memberikan bantuan kepada 3.000 pemilik RTLH per tahun, meskipun dana terbatas, dan berharap dengan bantuan ini kehidupan mereka bisa menjadi lebih baik," katanya.

Ia juga meminta Pemerintah Daerah mengawasi penggunaan dana tersebut, termasuk bagaimana dana untuk program KUBE bisa bergulir ke kelompok masyarakat lain.

Sementara itu, Kepala Desa Bajo, Halmahera Selatan, Ilyas Sani mengatakan, ada sejumlah Kube di Pulau Bajo yang bergerak di bidang perikanan dan sudah lama berjalan.

"Misalnya usaha kerupuk ikan. Cuma modalnya tidak ada. Karena itu saya bersukur pemerintah datang dan membantu kami," katanya.

Ia menambahkan bahwa lebih dari 70 KK warganya tinggal di RTLH.

Bupati Halsel Muhammad Kasuba mengatakan, bantuan ini penting untuk memulihkan kehidupan warganya pascakonflik.