Halmahera Selatan, 11/6 (Antara/FINROLL Lifestyle) - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri menyaksikan Deklarasi Pengukuhan Perdamaian Pascakonflik di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat, dan berharap konflik antarwarga tersebut tak pernah terulang lagi.

"Saya harap deklarasi ini bisa jadi contoh bagi kabupeten lain di Maluku Utara dan daerah konflik lainnya, dalam upaya kebersamaan, kerukunan, dan kesejahteraan," kata Mensos seusai deklarasi tersebut.

Mensos mengatakan, bangsa Indonesia terdiri atas banyak etnik, bahasa, dan budaya, namun semuanya merupakan kesatuan dan tak akan bisa membangun tanpa adanya kebersamaan

Pada 2000-2001, menurut Bupati Halmahera Selatan Muhammad Kasuba yang mendampingi Mensos, daerahnya mengalami masa kelam akibat konflik yang meluluhlantakkan dan membuat ribuan warga mengungsi dan menjual rumah, tanah, dan kebun mereka.

"Sekarang kami minta mereka kembali melalui kegiatan pemulangan pengungsi di Sulawesi Utara, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Maluku Tenggara, Sorong dan Kabupaten Raja Ampat," katanya.

Sampai dengan 2009 sebanyak 1.846 jiwa pengungsi telah kembali dan 270 unit rumah telah dibangun dan direhabilitasi untuk korban konflik, ujarnya.

Deklarasi yang dibacakan Bupati Halsel tersebut menegaskan niat warga Halsel untuk menjaga perdamaian dan keutuhan Kabupaten Halsel dalam bingkai kebersamaan yang adil dengan semboyan "saromah".

Warga juga bertekad untuk menghindari perpecahan, provokasi SARA dan fitnah yang menghancurkan sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Warga bertekad untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah demi kesejahteraan rakyat.

Turut serta pada kunjungan kerja Mensos ke Malut, Dirjen Pelayanan Rehabilitasi Sosial Makmur Sunusi, Dirjen Bantuan Jaminan Sosial Toto Utomo, Dirjen Pemberdayaan Sosial Rusli Wahid.