Ternate, 15/1 (Antara/FINROLL Lifestyle) - Komisi A DPRD Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut), meminta kepada kejaksaan setempat untuk mengusut kasus dugaan pemotongan dana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Dinas Pendidikan Halsel. 

"Kami mendapat laporan bahwa oknum di Dinas Pendidikan Halsel memotong dana PAUD sebesar Rp400 juta. Kami minta kejaksaan mengusut kasus itu," kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Halsel Abdullah Madjid di Labuha, Jumat. 

Ia mengatakan, oknum di Dinas Pendidikan Halsel memotong dana PAUD untuk 100 kelompok penerima di Halsel masing-masing Rp3 juta sampai Rp5 juta per kelompok, atau keseluruhannya mencapi Rp400 juta. 

Menurut Abdullah, tujuan pemerintah mengalokasikan dana PAUD adalah untuk mendukung program pendidikan usia dini di Halsel agar kelak anak usia dini itu bisa berkembang menjadi generasi yang berkualitas. 

Oleh karena itu, tidak bisa ditoleransi kalau ada oknum, terutama dari Dinas Pendidikan yang memanfaatkan dana itu untuk kepentingan pribadi. 

"Kami juga akan memanggil Dinas Pendidikan Halsel untuk menanyakan kejelasan tersebut, dan kalau terbukti kami akan minta pula kepada Pemkab Halsel untuk menindak oknum tersebut," katanya. 

Sejumlah kelompok penerima dana PAUD di Halsel ketika dihubungi membenarkan adanya pemotongan sebesar Rp3 juta sampai Rp5 juta yang dilakukan oleh oknum di Dinas Pendidikan Halsel tanpa alasan jelas. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Halsel Sarkami Tamimi ketika dihubungi mengatakan, pihaknya tidak pernah memotong dana PAUD yang dibagikan kepada 100 kelompok penerima di Halsel. 

Adapun dana yang dikeluarkan oleh kelompok penerima tersebut yang besarnya Rp3 juta sampai Rp5 juta adalah merupakan dana partisipasi kepada pengelola dana bantuan tersebut (bidang Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Halsel). B/Z003