Ternate, 18/2 (Antara/FINROLL Lifestyle) - DPRD Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) akan memanggil Direktur PT Halsel Utama Perkasa, salah satu perusahan yang mengerjakan proyek jalan senilai Rp4,5 miliar. 

Proyek jalan tersebut menghubungkan Kecamatan Bacan Timur ke Pulau Wayaua Kabupaten Halsel. 

"Kami telah mengagendakan untuk memanggil perusahaan yang mengerjakan jalan sepanjang 4 kilometer yang menghubungkan antara Kecamatan Bacan Timur ke Pulau Wayaua," kata Sekretaris Komisi C DPRD Halsel Jaya Lamusu di Labuha, ibu kota Kabupaten Halsel, Kamis. 

Jalan yang hampir tuntas ini dikerjakan oleh PT Halsel Utama Perkasa, materialnya dinilai tak sesuai standar. 

Akibatnya kualitas jalan tersebut tak mampu bertahan lama, karena saat ini jalan yang dibangun sudah mengalami kerusakan. 

Jaya mengatakan, jalan aspal yang dibangun melalui APBD 2009 itu dipastikan tak bisa bertahan lama karena kualitas jalan yang dikerjakan kontraktor bahan materialnya tak seimbang. 

Menurut Jaya, saat meninjau pekerjaan di lapangan ternyata ditemukan bahan material berupa aspal yang akan digunakan untuk pembangunan jalan sudah mengalami kerusakan. 

"Kalau proyek dikerjakan asal-asalan seperti ini, nantinya masyarakat setempat yang akan menerima dampaknya, karena jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan yang menghubungkan antara Pulau Wayaua dengan Kecamatan Bacan Timur," ujar Jaya. 

Jaya mengatakan dengan kondisi proyek yang sangat memprihatinkan tersebut, pihaknya juga sudah meminta agar kontraktor segera membongkar jalan yang terlanjur dikerjakan sepanjang 400 meter. 

"Selain memanggil pihak kontraktor, kami juga telah meminta perusahan untuk segera mengerjakan sejumlah jalan yang kualitasnya masih memprihatinkan," katanya. 

Sementara itu, Direktur PT Halsel Utama Perkasa Hartono The belum bisa dikonfirmasi terkait dengan sikap DPRD Halsel yang meminta sebagian proyeknya dibongkar karena kualitasnya diragukan. C/Z003