Peminat batu akik bacan yang berasal dari Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut) saat ini semakin meningkat. Ini dapat dilihat dari kolektor batu yang datang mengunjungi lokasi pertambangan yang berada di Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan.


Munawir, salah satu penambang batu bacan dari Kasiruta mengatakan, saat ini tambang batu bacan semakin banyak yang tersebar di tiga desa, yakni Desa Bisori, Doko dan Palamea, Kecamatan Kasiruta Barat.

“Sekarang ini sudah ada ribuan tambang batu bacan milik warga setempat yang tersebar di tiga desa,” katanya seperti dilansir viva.

Menurut dia, para penambang yang berada di lokasi bukan hanya masyarakat setempat, tapi masyarakat dari luar Maluku Utara pun datang. Misalnya, Manado, Gorontalo, Makassar dan Sumatera.

Dia mengakui, setiap hari, para kolektor batu mendatangi lokasi penambangan untuk membeli batu.

“Kolektor batu yang datang bukan hanya berasal dari Maluku Utara, tapi dari luar Maluku Utara, misalnya Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia,” tuturnya.

Para kolektor ini datang dengan tujuan melihat langsung batu yang akan dibeli, sehingga mereka tinggal memilih sesuai dengan seleranya masing-masing.

“Batu bacan punya kelebihan tersendiri, yakni secara alami dia berproses dan yang lebih disukai adalah batu yang berwarna hijau,” ungkapnya.

Sementara untuk harga, katanya, bervariasi sesuai dengan jenis batu bacan, yakni jenis kembang super, super, hati gurango dan kembang.

“Harga yang paling mahal jenis super, yakni 1 kilogram (kg) bisa mencapai Rp100 juta sampai Rp200 juta, sementara paling murah jenis kembang super Rp 50 juta sampai Rp 100 juta,” katanya. (red/ril)