Ternate, 30/3 (Antara/FINROLL Lifestyle) - Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut), menambah dana pilkada dari Rp12,5 miliar menjadi 17,8 miliar, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pilkada di daerah itu.
"Pemkab Halsel semula mengalokasikan dana pilkada Rp12,5 miliar, tapi kemudian menambahnya menjadi Rp17,8 miliar untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pilkada di Halsel," kata Juru Bicara Pemkab Halsel Daud Djubedi ketika dihubungi di Labuha, Selasa.
Dari Rp17,8 miliar dana pilkada tersebut, sebesar Rp10 miliar diantaranya akan segera dicairkan ke KPU Halsel untuk membiayai pelaksanaan tahapan pilkada.
Daud mengatakan, KPU Halsel sebenarnya mengusulkan dana pilkada sebesar RP29 miliar, tapi Pemkab Halsel tidak dapat memenuhi semua dana yang diusulkan karena untuk menghindari terjadinya masalah hukum dalam pemanfaatannya.
Banyak komponen dana dalam usulan KPU yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seperti untuk biaya perjalanan dinas yang ditetapkan sendiri oleh KPU, padahal sesuai ketentuan harus didasarkan pada SK bupati.
Daud mengatakan, adanya penambahan dana tersebut diharapkan KPU Halsel tidak mengundur jadwal pelaksanaan pilkada seperti yang wacanakan KPU bekalangan ini.
KPU Halsel masih bisa melaksanakan semua tahapan pilkada, termasuk pemungutan suara pada pertengahan Juni 2010, seperti yang sebelumnya telah dijadwalkan oleh KPU Halsel.
"Sekarang dana pilkada sudah siap, jadi tidak ada alasan lagi bagi KPU Halsel untuk mengundur jadwal pelaksanaan pilkada, apalagi kalau diundur sampai pada Oktober atau November 2010," katanya.
KPU Halsel sebelumnya akan mengundur jadwal pilkada di Halsel, karena belum satupun tahapan pilkada yang dilaksanakan oleh KPU, menyusul terlambatnya pencairan dana dari Pemkab Halsel. (T.KR-AF/L002/30-03-2010)
sumber : disini