Sistem Informasi Pemerintah Daerah

Kabupaten Halmahera Selatan

Galeri Photo
Jumlah semua foto : 4 buah
Lihat Foto Lainnya
Polling
Anda Mengetahui Situs Ini Dari ?
Dengerin di Radio
Dikasih tau teman
Baca di koran
Dari Search engine
 
Statistik
Anda Pengunjung Ke:
Counter
Alamat IP: 38.107.191.105
Browser : Other
OS : Other
Anda terkoneksi tanpa proxy
PEMKAB DI MALUT TERPAKSA IKUT ATASI KRISIS LISTRIK
dikirim hari Selasa, 23 Februari 10, 17:59:08, telah dibaca 178 kali

Ternate, 12/2 (Antara/FINROLL Lifestyle) - Pemerintah kabupaten/kota di Maluku Utara (Malut) terpaksa ikut turun tangan mengatasi krisis listrik di wilayah masing-masing, menyusul lambannya langkah PT PLN setempat dalam mengatasi krisis listrik itu.

Di Kota Tidore Kepulauan (Tikep) misalnya, menurut Wali Kota Tikep, Ahmad Mahifa di Tidore, Jumat, Pemkot Tikep telah membeli satu unit genset berkapasitas 650 KVA senilai Rp2,5 miliar untuk membantu peningkatan kapasitas listrik PT PLN setempat.

Adanya bantuan genset dari Pemkot Tikep itu, Defisit listrik di Tikep yang semula mencapai 700 KVA, berkurang menjadi 200 KVA, sehingga lama pemadaman listrik bergilir di daerah itu bisa dikurangi.

"Pemkot Tikep pada tahun anggaran 2010, akan kembali membeli genset senilai Rp3,5 miliar untuk menambah kapasitas listrik di PLN Tidore, sehingga nantinya tidak ada lagi pemadaman listrik bergilir di kota ini," ujar Ahmad Mahifa

Pemkab Halmahera Selata (Halsel) juga terpaksa membeli genset berkapasitas 1 MW untuk membantu mengatasi krisis listrik di wilayah itu yang sudah berlangsung sejak lima tahun terakhir.

Menurut Bupati Halsel, Muhammad Kasuba, penyediaan listrik merupakan kewenangan PT PLN, tapi Pemkab Halsel terpaksa harus turun tangan membantu mengatasi krisis listrik di daerah ini, karena kalau mengharapkan PT PLN untuk mengatasinya sendiri membutuhkan waktu lama.

Kendati PT PLN di Halsel sudah mendapat bantuan genset dari Pemkab Halsel, pemadaman listrik secara bergilir di daerah itu belum bisa dihilangkan karena kapasitas listrik yang tersedia belum mencukupi seluruh kebutuhan listrik masyarakat setempat.

Pemkab Kepulauan Sula (Kepsul) dalam upaya mengatasi krisis listrik di daerah itu juga terpaksa meminjam dana kepada BPD Maluku sebesar Rp36 miliar untuk membeli genset berkapasitas 6 MW.

Listrik yang dihasilkan genset tersebut dijual kepada PLN setempat, sehingga selain membantu mengatasi keterbatasan kapasitas listrik pada PLN setempat, juga menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Pemkab Kepsul.

Daerah lainnya di Malut yang juga mengalami krisis listrik akibat terbatasnya kapasitas listrik PLN setempat adalah Kota Ternate. Di kota ini, pemadaman listrik bergilir dalam setiap hari mencapai lebih dari enam jam. (T.L002/12-02-2010)

sumber : disini