Ternate, 3/2 (Antara/FINROLL Lifestyle) - Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut), menambah dana pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Rp2,5 miliar, menyusul adanya penolakan dari KPU terhadap dana yang dialokasikan sebelumnya sebesar Rp10 miliar.
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halsel Adam ketika dihubungi dari Ternate, Rabu membenarkan adanya penambahan dana Rp2,5 miliar dari Pemkab Halsel untuk pelaksanaan pilkada tersebut, namun pihaknua menganggap tambahan itu masih terlalu kecil.
KPU Halsel masih tetap menginginkan agar pemkab mengalokasikan dana untuk pilkada sesuai usulan semula yakni Rp29 miliar, karena kalau kurang dari besaran tersebut, bisa menyebabkan pelaksanaan pilkada tidak berjalan lancar.
Apalagi, kata Adam, kalau pilkada di Halsel berlangsung sampai dua putaran, tentu memerlukan biaya lebih besar lagi. Sebab, untuk satu putaran saja sesuai hitungan KPU Halsel dana yang dibutuhkan sekitar Rp24 miliar.
Halsel memiliki daerah yang luas dan hubungan transportasi dari satu kecamatan ke kecamatan lain, terutama yang berada di wilayah yang terpencil sangat sulit, sehingga membutuhkan dana besar dalam pelaksanaan pilkada nanti.
"Oleh karena itu, KPU Halsel sejak awal telah menyampaikan kepada pemkab bahwa jika pemkab mengalokasikan dana pilkada tidak seperti yang diusulkan KPU setempat, maka KPU Halsel kemungkinan besar menunda pelaksanaan pilkada di daerah ini," kata Adam.
Sebagai perbandingan, Kota Ternate yang wilayahnya sangat kecil (hanya lima kecamatan), pemkot setempat mengalokasikan dana untuk pilkada Rp10 miliar, dari Rp11 miliar yang diusulkan KPU setempat.
Bupati Halsel Muhammad Kasuba sebelumnya mengatakan pemkab mengalokasikan dana pilkada sangat terbatas karena terkait dengan minimnya dana pemkab pada 2010.
Oleh karena itu, KPU Halsel diminta untuk melakukan efisiensi dalam berbagai pelaksanaan tahapan pilkada Halsel agar dana tersebut bisa mencukupi. Apalagi Pemkab Halsel juga akan berpatisipasi aktif dalam mendukung kegiatan tersebut.
"Kalau pun dana itu ternyata tidak mencukupi, pemkab tentu tidak akan berdiam diri, artinya pemkab pasti akan menyalurkan dana tambahan," kata Bupati Muhammad Kasuba.
sumber : disini